Nahkoda


Nakhoda
di pundakmu terlabuh asa.
asa kamu, kami dan mereka.
gagah bak perwira.
Kelasimu seharusnya memandangmu.
Armada menatap kosong. Dermaga yg penuh biduk biduk.
Kapal ini seakan diam. Meski pelabuhan telah di pelupuk mata.
Sauh menyelami karang.
Melilitkan talinya. Dan enggan meregang.
Tapi, Nakhodaku. Masih bersetubuh dg BRA angka angka.
Hingga melahirkan janin koin dan kertas. Lalu gurita diundangnya. Ubur ubur dan hiu. Berpesta pora. Menelan janin lalu memuntahkan sendawa.
Tertawa dan terbahak. Tanpa disadari. Ada arus yg akan menghanyutkan. Ada ombak yg akan mengkaramkan. Di buritan kapal. Terisak. Dan terbisik.
Lajukan. Siapkan.
Nakhodaku. Ada asa terlabuh di pundakmu.

Iklan

2 thoughts on “Nahkoda”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s