01 November


*
Tak ada satu pun kenangan yang bisa kuingat dari bulan ini. Mungkin juga tak pernah ada kenanganku sama sekali di Bulan ini.. Semakin terus kucari kupikir semakin pupus pula harapanku.
Waktu terus berjalan, sementara aku masih terus mereka-reka perjalananku; hendak kemana kaki ini kan berlabuh. Apa yang masih kucari dan belum kutemukan??
Beberapa fase perjalanan hidup kelewati. Jenjang pendidikan formal telah selesai. Tak ada niat untukku melanjutkan lagi lebih tinggi. Sebuah gelar Sarjana cukup membanggakanku. Meskipun selembar Ijazah tak harus jadi jaminan hidupku. Fase kemudian lagi adalah menikah. Inipun sudah kulewati. Memenuhi tuntutan sunnah, demikian kata orang Tuaku. Tapi aku memaknainya sebagai Legalisasi Nafsu. Yah, agar napsu badaniahku tersalur dengan benar. Mungkin ini terlampau sempit maknanya. Tapi aku dengan kesempitan cara berpikirku mereduksi makna Menikah dalam satu cara pandangku yang bagiku sederhana. Tapi ini tidak berarti aku harus mengabaikan amanah yang diemban pada diriku sebagai pemimpin bagi Rumah Tanggaku. Aku memilih menjadi bagian dari cara bumi membesarkan seluruh isinya. Kelembutan kasih bumi mengajariku.. Di Gua Garba Isteriku kutitipkan cinta…

01 November..

Aku telah belajar sekian tahun pada pendidikan formal. Berusaha memahami setiap sisi kehidupan dengan cara pandang bukan Hitam Putih. Tapi satu hal kusadar, dunia pendidikan formal tak selalu berpihak pada bagaimana menjalani kehidupan. Kampus telah berubah menjadi mesin produksi; menghasilkan sarjana-sarjana pencari Uang, Pragmatis, Instan, bahkan Destruktif. Dan akupun adalah bagian dari itu.
Tak ada proses pemaknaan lebih lanjut tentang kehidupan ini. Tak ada i’tikad transformatif. Semuanya hanya untuk Uang.

Disinilah, di 01 November ini saya
Teringat sebuah kutipan yang kubaca, ” tempat belajar terbaik adalah di kehidupan ini”.
Tempat saya belajar membangun empati sosial, dsbnya..

Tetapi, entahlah…
Semuanya akan tetap kujalani dikehidupan ini. Seperti ini saja..hehe

**
November…

Iklan

Penulis: sangsepi

πŸ‘‰πŸ‘‰ Saya, secangkir kopi dan kenangan. πŸ‘ˆπŸ‘ˆ

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s