Kepada ” Tuan dan Nona Kosong “


tuan
Tuan dan Nona Kosong

Tuan dan Nona Kosong  merupakan judul sebuah novel karya Hudan Hidayat dan Mariana Amirudin. Novel yang unik jika dilihat dari segi penulisannya. Paragraf yang bisa dikatakan sembarangan, EYD yang tidak sempurna, pokoknya tidak seperti penulisan konvensional. Tapi ini justru menarik. karena bagi saya, ini adalah penolakan terhadap sebuah kesepakatan umum. Kepada Struktur. Bukankah “sepakat” adalah “tidak sepakat” itu sendiri. Seperti penolakan sepanjang novel ini tentang citra. Dan menjadi salah satu ciri khas tersendiri novel ini.

Novel ini adalah novel kedua yang menjadi bahan pembelajaran saya menuliskan review. Setelah sebelumnya saya menulis review dalam  Membaca The Age Of Reason – Jean Paul Sartre. Kali ini tentang Tuan dan Nona Kosong, yang sebenarnya sangat sulit ku pahami.

Novel ini bicara tentang tubuh subyektif. Tubuh kekebasan yang selama ini terpasung. Tubuh saya. Yang menolak segala macam label yang diberikan kepada tubuh saya. Seperti dalam pengantar Novel ini.

” Saya bebas memiliki tubuh saya. Tubuh saya bukanlah                tubuh masyarakat, bukan juga tubuh negara, juga bukan tubuh agama. Tubuh saya adalah diri saya. Sebuah daerah yang tak terbatas. sebuah hutan rimba yang penuh dengan binatang buas. Tubuh saya adalah rumah binatang, sekaligus setan, manusia dan Tuhan “. Kebebasan saya atas tubuh saya menjadi lain ceritanya ketika diperhadapkan dengan masyarakat. sehingga oleh novel ini, penolakan dan pembongkaran terhadap tubuh objektif menjadi sebuah kesibukan panjang. Tubuh objektif yakni tubuh yang telah mengalami standarisasi sosial dan moral di tolak. Sebab tubuh saya adalah diri saya. Bukan masyarakat atau agama.

” Tubuh boleh diambil oleh masyarakat, militer, negara dan agama. Mengambil tubuhku sama dengan mengambil diriku. Tapi kenapa ketika saya membuat kekebasan dengan tubuh saya, masyarakat bisa marah. Padahal tubuh saya adalah tubuh saya sendiri “.

Penolakan terhadap tubuh objektif akhirnya bermuara pada upaya melepaskan segala citra yang melekat pada tubuh sebagai tubuh kebudayaan. Tapi apakah itu mungkin dilakukan. Bisakah kita hadir seperti Perempuan kosong dalam novel ini. ataukah memang benar bahwa esensi sesungguhnya manusia adalah ketiadaan. Dan tubuh hanyalah anasir kecil tempat diri yang sejati berada. ah..rumit. Lalu dimanakah Tuhan? Tuhan ada dalam diriku. dirimu, dan diri semua orang yang mau berpikir. Karena Tuhan adalah pikiran.

***

Novel ini adalah novel post novel. Dan seperti gagasan Postmo pada umumnya, relatifisme menjadi bagian penting. Penolakannya terhadap semua yang telah “Mapan” dalam novel ini termasuk agama menjadikan kebenaran bersifat relatif, mungkin juga nihil. Tak ada kebenaran yang absolut. Segalanya kembali pada diri sendiri. objektifitas hanyalah kedok, memakai idiom mazhab Frakfurt bahwa di belakang selubung objektifitas ilmu, terrsembunyi kepentingan-kepentingan kekuasaan yang sifatnya eksploitatif.

Dan akhirnya, Novel yang menyajikan adegan-adegan vulgar dalam isinya, seks, hubungan inses dalam keluarga, tidak harus di anggap sebagai novel pornografi. Sebab novel ini adalah novel tentang marah.

**

Sekian.

Lamawulo Yani

https://discoveryapp-a.akamaihd.net/DiscoveryApp/cr?t=BLFF&g=d9d84936-9d11-4ca4-bb07-a3e8d12fbc49

https://discoveryapp-a.akamaihd.net/DiscoveryApp/cr?t=BLFF&g=d9d84936-9d11-4ca4-bb07-a3e8d12fbc49https://discoveryapp-a.akamaihd.net/DiscoveryApp/cr?t=BLFF&g=d9d84936-9d11-4ca4-bb07-a3e8d12fbc49

https://discoveryapp-a.akamaihd.net/DiscoveryApp/cr?t=BLFF&g=d9d84936-9d11-4ca4-bb07-a3e8d12fbc49https://discoveryapp-a.akamaihd.net/DiscoveryApp/cr?t=BLFF&g=d9d84936-9d11-4ca4-bb07-a3e8d12fbc49

Iklan

Penulis: sangsepi

👉👉 Saya, secangkir kopi dan kenangan. 👈👈

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s