Tentang Orang-orang Desa


Pagi ini saya mengantar beberapa teman ke pelabuhan Laut Lewoleba, Kab. Lembata, NTT. Yang menunggu kedatangan KM Umsini untuk berlayar meninggalkan kampung halaman.
Teman-teman saya seperti kebanyakan masyarakat lainnya yang memilih tinggalkan kampung/ Desa untuk mencari sesuap nasi di negeri orang. Tujuannya beragam, ada yang ke makassar, jawa, kalimantan, juga ke malasiya dan singapura.
Ini bukan fenomena baru. Kebanyakan orang memilih kota. Juga tentang orang-orang desa ini.Β  Merantau adalah pilihan alternatif daripada di desa tanpa apa-apa, tanpa harapan untuk menghidupi keluarga.

Yah, dan yang dicari adalah uang, uang dan uang. Memang, segala-galanya tidak diukur dengan uang, tapi segala hal membutuhkan uang. Dan ini adalah realitas.
Kebutuhan semakin meningkat tapi ladang tempat mencari uang semakin sempit. Lalu orang bermigrasi tinggalkan kampung kelahirannya.
**
Sambil menunggu kedatangan KM Umsini tersebut, saya mampir sebentar untuk menikmati kopi di warung-warung kecil di pelabuhan. Sambil menyeruput, saya teringat sebuah lagunya Iwan Fals dengan Judul Desa. Desa adalah kekuatan sejati, Negara harus berpihak kepada para petani. Agar rakyatnya tak hijrah ke kota.

Pahit, sepahit kopi hitam yang disuguhkan. Membayangkan orang-orang yang harus hijrah ke kota. Membayangkan desa yang yang tak lagi jadi harapan. Membayangkan sanak saudara yang ditinggalkan. Anak dan istri yang harus rela melepaskan kepergian suami demi hidup yang semakin sulit ini.
Tentu, harapan saya, anda, dan kita semua adalah agar desa menjadi kekuatan ekonomi. Desa harus dibangun agar tak ada jurang yang nyata dengan kota.
Tapi bagaimana??????
Sejak presiden jokowi mengamanat Desa Membangun, kita berharap ini bukan sekedar jargon. Memang, dana dalam jumlah besar digelontorkan. Pembangunan di galakkan.
Tapi kita harus menunggu. Yah..
Kita harus menunggu. Menunggu perubahan wajah desa. Hasil nyata dari paradigma baru Desa Membangun Indonesia.
Tentunya, harapan ada ditangan penguasa desa. Dan seluruh komponen masyarakat desa yang aktif berpartisipasi dalam pembangunan.
**
Hari ini, di tengah kumpulan orang-orang desa yang hendak hijrah saya membangun harap. Semoga 5 atau 10 tahun mendatang, tak ada lagi yang hijrah. Sebab desa telah bermatamorfosis menjadi pusat.

*
Semoga..

Iklan

Penulis: sangsepi

πŸ‘‰πŸ‘‰ Saya, secangkir kopi dan kenangan. πŸ‘ˆπŸ‘ˆ

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s