Sebuah Kenangan Dari Secangkir Kopi Hitam


Sejak semalam hujan mengguyur tak henti-henti. Hingga pagi ini, matahari masih malu-malu menampakkan senyum hangatnya.
Secangkir kopi hitam buatan bunda menjadi teman pagi ini. Sebuah kenangan lain terlintas, menguar di sela-sela cangkirku. Tentangmu, tentang aroma kopi yang kian menjauh, terempas oleh butir udara, meninggalkanku dalam sunyi yang dingin.

Aku meneguk kopi yang sedikit lebih pahit di lidahku. Sebatang rokok kunyalahkan. Kepulan asapnya mulai bergerak perlahan kemudian hilang. Seperti dirimu yang kian menjauh yang tak bisa kugapai lagi tanganmu.
Ah..secangkir kopi hitam pagi ini, mengulang kisah tiga tahun lalu. Dan aku hanya bisa mengenang. Pada kenangan yang menggenang di sudut hati, membentuk jejak yang sulit terhapus oleh waktu. Yah, kenangan, kau hadir, menyergapku dalam diam.
Dalam aroma kopi yang sama pagi ini, dan aku sadar, kau pernah jadi terindah dihatiku.

Iklan

Penulis: sangsepi

πŸ‘‰πŸ‘‰ Saya, secangkir kopi dan kenangan. πŸ‘ˆπŸ‘ˆ