Kutipan Dari Novel Di Tepi Sungai Piedra Aku Duduk Dan Menangis- Paulo Coelho


Dibawah ini adalah beberapa kutipan dari novel Di Tepi Sungai Piedra Aku Duduk Dan Menangis.
Kutipan tentang cinta dan kehidupan tentunya. Tentang konflik eksistensial yang kita hadapi dalam menemukan cinta. Tentang kebahagiaan dan perasaan sia-sia akibat cinta. Tentang spiritualitas cinta,..

Selamat menikmati.:):):)

**
CINTA adalah perangkap. Ketika ia muncul, kita hanya melihat cahayanya, bukan sisi gelapnya.

Pengalaman spiritual sesungguhnya adalah pengalaman praktis dari cinta. Dan cinta tidak mengenal peraturan. Sebagian orang mungkin mencoba mengendalikan perasaan dan mengatur tindakan mereka; yang lain mungkin membaca buku berisi saran-sara para ”ahli” masalah hubungan, tapi semua itu tindakan bodoh. Hatilah yang memutuskan, dan apa yang di putuskannya, itulah yang paling berarti.

Tak ada alasan untuk menderita karena cinta, karena cinta kita bertepuk sebelah tangan, atau karena kita yang tidak dapat memaksakan aturan-aturan kiita sendiri. Sebab dalam setiap cinta ada benih pertumbuhan diri. Cinta sejati adalah penyerahan diri seutuhnya.

Mereka yang benar-benar dicerahkan dan jiwanya diterangi oleh cinta sanggup mengatasi setiap rintangan zamannya. Mereka dapat bernyanyi, tertawa, dan berdoa dengan lantang, mereka menari, mereka bahagia. Karena orang-orang yang mencintai akan menaklukkan dunia dan tidak takut kehilangan.

Mencintai adalah melebur dengan orang yang kita cintai dan menemukan percikan Tuhan di dalam dirinya.

Hiduplah, mengenang hanya untuk orang-orang tua.

Mungkin cinta membuat kita menua sebelum waktunya, atau menjadi muda, jika masa muda telah lewat.

Kebahagiaan terkadang adalah berkat, namun lebih sering berupa penaklukan.

Kehidupan mengajari bahwa kita bisa belajar dan berubah, bahkan meskipun tampaknya tidak mungkin.

Jika kita tidak dilahirkan kembali – jika kita tidak bisa belajar memandang kehidupan dengan keluguan dan antusiasme kanak-kanak, tak ada artinya untuk terus hidup.

***
Beberapa kutipan diatas semoga bermanfaat sebagai bahan refleksi kita dalam menjalani kehidupan cinta di hidup ini..

:):):)

Iklan

Penulis: sangsepi

πŸ‘‰πŸ‘‰ Saya, secangkir kopi dan kenangan. πŸ‘ˆπŸ‘ˆ