Membaca Damarwulan; kisah Senapati Kerajaan Majapahit.


Sehari ini saya habiskan waktu dengan membaca kisah Damarwulan, tokoh legendaris dalam Sastra Lisan Jawa Timur yang ditulis oleh Zuber Usman dan diterbitkan oleh Balai Pustaka.
Damarwulan, seorang Senapati Kerajaaan Majapahit yang hidup di masa Dewi Suhita atau yang juga dikenal dengan nama Ratu Kencana Wungu. Dan kisah ini juga merupakan kisah dimana Majapahit berada di ujung tanduk kehancuran.

Berawal dari mundurnya Patih Udara dari pemerintahan Majapahit, dari sinilah kisah Damarwulan dimulai.
Damarwulan merupakan putra dari Patih Udara. Setelah mundur dari Majapahit, patih Udara membawa isteri beserta anaknya menetap di desa di lereng Gunung Arjuna. Di desa inilah Damarwulan ditempa dalam kehidupan desa dibawah bimbingan Eyangnya Maharesi Paluh Amba.
Damarwulan kecil adalah seorang yang tekun mempelajari dan mengikuti setiap arahan eyangnya. Berkuda, memanah dan latihan ketangkasan dijalankannya. Disamping itu, dibawah bimbingan eyangnya, Ia mempelajari ajaran-ajaran spiritual sebagai bekal bagi pertumbuhan jiwanya.
Damarwulan dewasa di usia 17 belas tahun, ia adalah seorang pemuda yang menjunjung tinggi kebenaran dan mencintai kemanusiaan. Baginya ketulusan dan kecintaan sesama manusialah yang dapat menyelamatkan dunia dari kehancuran.
Di kisahkan bahwa dalam usianya yang ke-17, ia diutus Eyangnya untuk memperhambahkan dirinya kepada pamannya yang merupakan seorang patih Majapahit bernama Patih Logender.
Perjalanannya menuju Majapahit pun dimulai.
Dalam perjalanan ini Damarwulan bertemu Patih Tuban dalam pertempuran melawan patih Blambangan yang hendak merongrong kedaulatan Dewi Suhita. Di pertempuran ini, patih Tubah tewas, tetapi sebelum ia meregangkan nyawa, ia menulis sebuah surat kepada Sang Ratu tentang keberadaan Damarwulan atau dikenal dalam perang dengan nama Raden Gajah sebagai seorang yang paling pantas menggantikan posisinya sebagai patih di Majapahit.
Namun surat ini tak disampaikan Damarwulan sesampainya di rumah pamannya. Dan berita yang tersebar tentang munculnya seorang pahlawan bernama Raden Gajah menjadikan sebuah harapan tersendiri bagi Ratu juga majapahit seluruhnya ditengah pemberontakan dan huru-hara.
Damarwulan sesampainya di tangan pamanya, harus berhadapan dengan keangkuhan 2 orang sepupunya yang menyebabkan ia harus menjdi seorang penjaga kandang kuda yang harus merawat kuda sepanjang hari.
Pekerjaan ini di manfaatkan oleh Damarwulan untuk menyelami kehidupan masyarakat majapahit yang saat itu sangat menderita.
Penyebab dari penderitaan ini adalah dikarenakan oleh para pejabat yang hanya mementingkan kantong pribadi.
<!–more–
Di samping itu, para Brahmana yang seharusnya menjalankan tugas menyampaikan risalah kebenaran kepada rakyat malah dijadikan alat oleh penguasa untuk menutup mulut rakyat dengan ajaran-ajaran yang keluar dari koridor kebenaran. Rakyat semakin susah. Dan ini menjadikan Damarwulan selalu gelisah sepanjang hari dalam perenungan-perenungannya.
Hingga akhirnya ketika terjadi pemberontakan adipati Wirabumi yang bernama Menak Jingga, Damarwulan memenuhi harapan Ratu majapahit yang sedang mengharapkan adanya seorang Mahapatih tangguh utk menumpas Menak Jingga. Dengan membawa surat dari adipati tuban, Damarwulan menyampaikan kesanggupan memikul tanggung jawab sekaligus harapan ratu.
Damarwulan memang tangguh. Dikisahkan bahwa menak jingga yang terkenal kebal berhasil ditumpas beserta seluruh pasukannya. Ia pun akhirnya diangkat menjadi raja Angabaya. Sebuah kerajaan kecil dibawah naungan majapahit yang bertugas membantu ratu menata kehidupan rakyatnya.

Berangkat dari kegelisahannya terhadap kondisi rakya yang melarat, ia mencurahkan seluruh dayanya untuk mensejahterakan rakyatnya. Baginya, rakyat adalah tiang penyangga berdirinya sebuah kerajaan. Namun apa yang terjadi. Kedekatannya dengan rakyat membuat iri pejabat-pejabat majapahit lainnya yang merasa kantongnya dikurangi untuk pembiayaan rakyat. Apalagi dalam setiap pidatonya, ia senantianya menyerang para pejabat yg korup, atau para tokoh agama yang telah gelap mata akibat kekuasaan.
Isu pun di buang, Damarwulan hendak mengkudeta Ratu dengan cara menghasut massa rakyat.
Dan diakhir cerita, damarwulan harus menerima hukuman mati akibat intrik yg dibangun politisi kerajaan dalam meyakinkan Ratu.
**
Majapahit kehilangan seorang pahlawan, dan ini baru disadari ratu setelah damarwulan tiada.
Kehidupan masyarakat yang kian susah, pejabat yang terus korup, hadirnya pedagang muslim yang mengajarkan islam sebagai rahmat bagi seluh alam, menjadi penyebab runtuhnya majapahit. Dari sinilah awal mula lahirnya kerajaan2 islam di Pulau Jawa.
***
ada satu sisi yang menarik yaitu kondisi rakyat serta penguasa diakhir kekuasaan majapahit yang hampir sama dengan kondisi negeri kita saat ini.
Apakh ini brarti bhwa pergiliran zaman akan dimulai?
Runtuhnya sriwijaya pun penyebabnya hampir sama dengan majapahit..

Moga sj penyakit korupsi yang menghancurkan sendi2 kehidupn bangsa kita saat ini bisa diminimalisir.
*

Iklan

Penulis: sangsepi

👉👉 Saya, secangkir kopi dan kenangan. 👈👈

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s