Mengenang..

Malam ini adalah malam yang kesekian saat mata ini tak kuasa untuk kupejamkan..Entah kenapa, atau mungkin karena nikotin yang tertimbun dalam darah yang membuatku susah tidur atau mungkin karena segelas kopi hitam yang membuatku begini?
entahlah,
saya tidak terlalu memahami hal ini..

Hening. Hanya suara dedaun bergesekan ditiup angin yang sesekali terdengar. Seperti sengaja membuyarkan lamunanku yang sedari tadi menemani mata.
Di depanku, sebuah agenda tua tergeletak. Agenda yang kubeli bersamamu beberapa tahun lalu tanpa rencana. Saat kita terpaksa harus berteduh karena hujan mendadak datang.
Sebuah tulisan pendek terbaca disitu.
“saya memilih karena itu saya ada”. Entah kenapa, tulisanmu selalu terngiang ditelingaku. Memantik nalarku untuk selalu bertanya tentang pilihanmu saat itu. Dan malam ini, di sudut hening kamar ini kusebut namamu. Berharap hatimu tergetar untuk menyebut namaku.
Sekali ini saja.

Lewoleba, 2015

Iklan

Mencari Indonesia

Saya heran, di negara ini banyak sekali orang cerdas, tp knp susah sekali urus ini negara jadi baek. Kalau nonton di tipi, banyak pakar bicara sampai mulut berbusa, semua teori tentang mengurus negara keluar dari mulutnya seperti orang muntah.
Omongannya begitu mudah saja. Tinggal begini bgitu selesailah sudah.
Terlalu banyak orang pintar di negeri ini. Tapi ngurus negara ini masih harus beropini berputar-putar (:)). Tuding sana tuding sini. Lempar sana lempar sini..kayak main bola kasti yah..haha
Orang’orang pintar di negeri ini tentunya paham dengan masalah yang menimpa negeri kita, dan tentunya juga mereka paham bagaimana mengatasi ini semua.
Tapi koq tidak pernah selesai juga yah..hehe..
Saya bingung..
Ada apa yah, sampai semuanya kayak bgini..
Ada yang bisa mencerahkan saya???hehehe

saya baru sj selesai baca sebuah artikel di google tadi. Katanya, soal rupiah yang melemah, ekonomi yg memburuk akibat sumber produksi dalam negeri yang 70% impor (salah ya, klw salah tolong dibetulin,hehe), politik yg tidak stabil, dll, akibat salah presidennya. Koq presiden yang salah??
Ah, kita ini sukanya menyalahkan orang. Tapi mungkin saja presidennya memang salah..haha.. Maaf yah pak presiden..
Soal kerja sama dg cina, katanya untungnya di cina. Tenaga kerjanya sudah +- 10.000 yang masuk ke indonesia, pantas saja cari kerjanya makin sulit..hahaha
mungkin saja yang 10 ribu ini tdk dipakai di cina makanya dibuang ke indonesia..hehe..mungkin bin mungkin..
Ini baru satu contoh, masih banyak masalah yg menimpa negeri ini yg tidak bisa sy curhatkan.. Soalnya sy kurang paham..hahaha

Tapi kembali soal orang-orang cerdas di negeri ini. Tokoh-tokoh penting, intelektual yg buanyak sekali di negeri ni.
Saya rasa, jika semuanya duduk bersama dan mencari jalan keluar bagi persoalan negeri ini, saya yakin pasti ada solusi yg terbaik. Asalkan tidak ada ego-ego masing-masing..
Saya sungguh berharap pada orang cerdas yang bertebaran dinegeri ini, pimpinan partai politik, profesor, dosen, tokoh agama, budayawan, dan jgn lupa mahasiswanya.
Semoga ada jalan yang bisa ditempuh untuk kebaikan bangsa ini jika mereka bisa duduk bersama, menyatukan satu kehendak untuk bangsa yang lebih baik..

Semoga saja…

Jejak Langkahmu

Kita baru saja bertemu lagi kemarin setelah lama kau menghilang. kau begitu bersemangat menyampaikan tiap-tiap isi pikiranmu yang mengalir begitu saja bagiku, tentang kegelisahanmu pada dunia ke 3 yang yang kian hari kian terjajah. tentang dunia islam yang kau lihat sebagai dunia yang mandeg setelah rasionalisme di tentang dan di bunuh. kau melihat pendidikan yang tak memberi sisi transformatif bagi kemajuan bangsa. tentang guru-guru yang harus hadir sebagai Firman yang berjalan.

Sahabatku..

itu hampir seratus tahun yang lalu. kenapa kau hadirkan lagi dimataku saat ini? Tentang indonesia yang kau banggakan, yang kau perjuangkan hingga titik darah penghabisan. tapi kau lupa sahabatku, kau terlalu haus akan kekuasaan di akhir periodemu. hingga akhirnya kau terkurung dalam kamar sempit tanpa dikunjungi..

tapi sudahlah sahabatku,

tak perlu kau ingat sisi kelammu. hari ini adalah pertemuan kita yang kesekian. saya sungguh bangga mengenalmu. Tak inginkah sekali lagi kau perdengarkan teriakanmu yang khas? yang sering kau lakukan pada pidato-pidatomu yang menarik ribuan mata dan telinga untuk melihat dan mendengarmu?

Kau terlalu hebat bagiku..

tapi disini, dibalik buku tua yang kau tinggalkan, aku sendiri. kami sendiri tanpa ada orang sepertimu. Dan jejak langkahmu terpatri disini, tapi kami tak bisa sepertimu..Maafkan kami yang sudah kehilangan rasa malu pada negeri ini..Hingga kami berbuat sesuka kami..

**

Lagi Baca Bukunya soekarno..

hehe

 

Ironi Sepakbola Dunia

Beberapa hari kemarin kita dikejutkan dengan aksi teror paris yang menyebabkan 120 0rang tewas dan 180 lainnya mengalami cedera. seluruh dunia berduka. Seluruh dunia mengirimkan doa sekaligus kecaman terhadap aksi teror yang di kait-kaitkan dengan ISIS tersebut.. seluruh dunia memasang Bendera Prancis, apalagi di dunia maya.

Tak ketinggalan dunia sepak bola. setiap pertandingan yang akan berlangsung, terlebih dahulu di nyanyikan lagu kebangsaan Prancis dan di kibarkan juga Bendera-bendera Prancis hampir di setiap sudut stadion sebagai wujud kepedulian terhadap Prancis. Sebuah wujud pemihakan terhadap nilai-nilai kemanusiaan yang universal. Tapi ada yang sungguh ironis dari dunia sepakbola ini.

salah satu contohnya adalah selebrasi yang ditunjukan oleh Frederick Kanoute saat membela Sevilla di tahun 2007. Kanoute dalam selebrasi golnya ketika Sevilla berhadapan dengan Deportivo La Coruna di Copa del Rey tersebut adalah dengan mengenakan kaos bertuliskan PALESTINA. Tindakannya ini membuat Ia mendapat hukuman dari FIFA karena dalam aturan FIFA, seorang pemain tidak boleh menampilkan pesan-pesan politik atau religius yang dapat melukai pihak lain..

Kasus yang menimpa kanoute ini menjadi sebuah jembatan untuk menilai komitmen kemanusiaan bagi Dunia pada umumnya. Kenapa demikian? Bagi saya, apa yang di lakukan oleh seorang Kanoute adalah wujud protes terhadap pelanggaran kemanusiaan yang dilakukan Israel dan Kroninya atas Palestina. Toh kalau simbol agama yang dibawa oleh kanoute pada saat itu, bukankah agama mengajarkan sisi-sisi kemanusian yang harus di junjung tinggi? ini memang sungguh Ironis..

saya tak membayangkan jika tiba-tiba ada seorang pemain muslim yang melakukan selebrasi dengan memakai kaos bertuliskan SURiah. yang nota bene saat saya membaca berita kemarin, sekitar ribuan sipil yang meninggal akibat rudal-rudal yang memborbardir habis kota.

sebuah tindakan balas dendam yang mengatas namakan kemanusiaan..

Sungguh ironis….

***

Salamku.

Lamawulo Yani.