Kisah


Kubaca senja yang datang

Hujan perlahan menulis kembali kisah itu

Lidahku keluh, aku gagap

Seperti mencari bahasa yang terkubur dalam kota mati

Hujan membuat lagi kisah itu dari suaramu yang samar..

Ada namamu disini

Dalam rintik-rintik hujan

Senja perlahan mengetuk bahuku

Seperti membuat isyarat dari puisimu yang kuhapal

Tentang cinta, tentang cinta yang tak pernah kupahami

Tentang asa yang kuusung

seperti pasir, tumbuh jadi istana pasir

Dan senja seperti ombak berlari

Malam datang menyuguhkan puisi

Tentang sepi, tentang bangkai waktu yang mati

ada rindu yang tersisa

seperti bunyi genta yang selalu berdentang

tiap saat di kastil itu..

***

segelas kopi membaca kisahmu lagi

tentang keharusan yang tak terjaga

tentang keinginan yang tak terkendali

ada pesawat jatuh, ambruk lalu jadi debu

jalan-jalan kembali bersuara

seperti percakapan dari sebuah negeri yang asing

membawa cerita tentang tragedi

tentang cinta yang pupus..

ada rindu yang terjaga

Dari do’a-do’a yang berjatuhan dikening mengisi malam..

Lamawulo yan

17-03-2013

Iklan

Penulis: sangsepi

👉👉 Saya, secangkir kopi dan kenangan. 👈👈

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s