Episode Mengenang


Semalam,
dingin memelukku hingga pori,
Sebatang rokok yang kusulut tak mampu menghalau risau yang datang,
Dan ditiap lembar buku yang terbuka, bayangmu membisu
Seperti sisa cahaya bulan yang bertengger ditingkap merapuh..

Semalam, rindu menghidupkan lagi kenangan pada dinding-dinding kamar yang sunyi, pada derak-derak pintu yang memanggil kembali namamu semalam..

Semalam, tiap kenangan berlarian memasuki kamarku,
Seperti migrasi burung-burung dimusim dingin
Menghirup setiap kehangatan yang melekat dipori
lalu membiarkan dingin Menyergapku hingga lelap.

Aku mencarimu semalam
Dengan sisa-sisa harap yang masih ada.

Tapi semalam, sisa-sisa parfum yang menguap dari tubuhmu menyapaku dengan bimbang,
Seperti setahun lalu, tak ada kata yang terucap dari bibirmu terkunci.

Dan Semalam..
hanya sebait puisi untukku mengenang;
Membikinmu jadi abadi.

#Lamawulo Yan.
06/05/2015

Iklan

Penulis: sangsepi

πŸ‘‰πŸ‘‰ Saya, secangkir kopi dan kenangan. πŸ‘ˆπŸ‘ˆ

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s