Ketahuilah yang Sedikit Tentang Yang Banyak dan Ketahuilah Yang Banyak Tentang Yang Sedikit. #Memori HMI

Saya tak pernah lupa dengan pesan ini. Sebuah pesan sederhana yang mampir di telinga saya beberapa tahun lalu kira-kira sekitar 2007 – 2008. Sebuah pesan yang memantik rasa ingin tahu saya terhadap banyak hal di luar disiplin ilmu yang saya geluti di kampus dan
Pesan ini saya dapat dari senior-senior saya di organisasi yang saya ikuti waktu itu.

Ceritanya berawal dari perkenalan saya dengan HMI (Himpunan Mahasiswa Islam) cabang Kupang.
Dimulai dengan mengikuti Maperca, kemudian disusul dengan LK I akhirnya saya resmi menjadi anggota HMI tahun 2007 di Cabang Kupang. Komisariat saya waktu itu bernama IPPERTATEK.
Sebagai anggota baru, tentunya saya diajarkan berbagai pengetahuan baru yang tidak pernah saya ketahui sebelumnya mulai dari SMA hingga awal perkuliahan saya.
Dan kalimat sederhana diatas merupakan salah satu pesan yang dititipkan kepada saya waktu itu oleh senior-senior saya.

” Ketahuilah yang sedikit dari yang banyak dan ketahuilah yang banyak dari yang sedikit”.
Apa artinya pesan ini atau pernyataan ini?
Maksudnya bahwa saya mesti mengetahui berbagai macam pengetahuan yang ada meskipun sedikit yang bisa saya ketahui tentangnya, dan saya harus mengetahui yang banyak tentang sedikit berarti saya harus menguasai disiplin ilmu yang saya geluti di dunia kampus sebagai jurusan saya telah saya ambil.

Dengan pesan ini, saya termotivasi untuk mengetahui berbagai persoalan yang sering di bahas dalam diskusi-diskusi antar teman atau senior saat berkumpul di sekretariat HMI.
Dan hal yang paling dan saya merasa bersyukur adalah saya mulai rajin membaca waktu ini (kalau sekarang lebih cepat ngantuknya klw lg pegang buku)hahaha..

Saya membaca agar saya bisa ikut berbicara jikalau sedang ada diskusi. Itu motivasi dasar saya saat itu. Berbagai hal berusaha saya ketahui sesuai dengan thema yang sering di diskusikan ; kadang politik, ideologi, filsafat, sejarah, agama, dsbnya. Kompleksitas wacana yang hadir membawa perubahan berarti bagi diri saya. Saya mulai lebih peka terhadap persoalan-persoalan sosial, politik, dsbnya. Dan saya merasa berbangga karena di didik dalam nuansa keilmuan yang sangat berarti.
Hingga saat ini, saat berada ditengah masyarakat yang lebih komplek dan nyata persoalannnya, meminjam kata-katanya Pramoedya Ananta Toer, ” Bumi Manusia dengan Segala Persoalannya”, saya merasa memiliki sedikit bekal untuk hidup di tengah-tengahnya.
Dan HMI memiliki jasa yang besar bagi saya.
Terima Kasih Untukmu Hijau Hitam, Salam.

Sekian Catatan Kecil Saya.hehe
#Lamawulo Yani

Iklan

Episode Mengenang

Semalam,
dingin memelukku hingga pori,
Sebatang rokok yang kusulut tak mampu menghalau risau yang datang,
Dan ditiap lembar buku yang terbuka, bayangmu membisu
Seperti sisa cahaya bulan yang bertengger ditingkap merapuh..

Semalam, rindu menghidupkan lagi kenangan pada dinding-dinding kamar yang sunyi, pada derak-derak pintu yang memanggil kembali namamu semalam..

Semalam, tiap kenangan berlarian memasuki kamarku,
Seperti migrasi burung-burung dimusim dingin
Menghirup setiap kehangatan yang melekat dipori
lalu membiarkan dingin Menyergapku hingga lelap.

Aku mencarimu semalam
Dengan sisa-sisa harap yang masih ada.

Tapi semalam, sisa-sisa parfum yang menguap dari tubuhmu menyapaku dengan bimbang,
Seperti setahun lalu, tak ada kata yang terucap dari bibirmu terkunci.

Dan Semalam..
hanya sebait puisi untukku mengenang;
Membikinmu jadi abadi.

#Lamawulo Yan.
06/05/2015

Terima Kasih Tuhan Untuk Kesempatan Umur Yang Masih Kau Berikan.

Hari ini 01 mey 2015,
28 tahun yang lalu aku dilahirkan disebuah kampung kecil; leuwutung. Kata bapakku, aku dilahirkan saat adzan Jum’at berkumandang dimasjid yang berada tepat disamping rumahku.
Dan dihari ini, dihari yang sama aku merayakan Ulang Tahunku yang ke 28…
Doa dan harapan senantiasa dikirim teman-teman melalui Sms maupun via FB. Terima kasih untuk kalian sahabat2ku.

Pada Tuhan yang Maha pemurah dan penyayang, alhamdulillah, Engkau masih memberiku kesempatan untuk berbenah dan mengumpulkan bekal akhiratku.
Engkau masih memberiku kesempatan untuk menikmati duniamu yang fana ini.
Alhamdulillah.. Terima kasih ya Allah ya Robbku..
Kado terindahmu Tuhan, memberiku kesempatan tak akan kusia-siakan..
Terima Kasih Tuhanku.