Facebook ; Realitas Tanpa Realitas..


***
Membaca pemikiran Jean Baudrillard tentang Hyper-Realitas dan Simulacrum membawa imajinasi saya terbang hingga ke aktifitas yang satu ini yakni Facebook-an.
Facebook menjadi media yang sangat digemari oleh hampir seluruh lapisan masyarakat. Segala hal dilakukan disini, mulai dari urusan politik, ekonomi, budaya, hingga urusan asmara dan isi perut.
Berkaitan dengan apa yang di gagas Baudrillard tentang Hyper-Realitas ini, yang menarik bagi saya adalah penciptaan realitas semu oleh media seperti facebook, dimana tak ada lagi realitas sesungguhnya sebab semuanya digantikan dengan citra dan tanda.
Realitas semu atau realitas buatan yang sengaja diciptakan ini menggiring manusia abad kini hidup dalam dunia Simulacra yaitu dunia penuh citra, image, atau penanda suatu peristiwa yang menggantikan pengalaman.
Dan berkaitan dengan aktifitas Facebook, entah saya, teman-teman dan semuanya yang sering menggunakan media ini, kita sering menciptakan citra atau melakukan pencitraan.
Dan yang paling menonjol adalah apabila seseorang tersebut sudah masuk dalam kategori misalnya tokoh, entah politisi, agamawan, budayawan atau lainnya.
Ini terkait dengan setiap postingan yang dilakukan difacebook. Jika ia seorang politisi, maka yang dilakukan adalah kalau bukan mengkritisi tiap kebijakan berarti membela. Dan ini dilakukan untuk membentuk cara pandang kita (masyarakat) terhadap suatu persoalan tersebut. Padahal, bisa jadi apa yang dikatakan dalam postingan tersebut hanyalah citraan belaka.
Realitas citraan hadir dalam media massa seperti facebook ini. Yang mana tiap orang memanipulasi pembaca dengan menciptakan citra seseorang, baik itu positif maupun negatif. Tujuannya adalah membentuk sebuah kebenaran yang sesungguhnya tidak berdasarkan realitas tetapi berdasarkan citra tadi. Inilah realitas tanpa realitas, kenyataan yang bukan kenyataan karena berdasarkan simulasi.
Hyper-Realitas dalam facebook, menciptakan suatu kondisi yang kadang yang asli menyatu dengan yang palsu, fakta hampir tidak bisa dibedakan dengan rekayasa, dusta melebur dlam kebenaran.
Dan dalam facebook juga, seseorang bisa menciptakan sosok lain dari dirinya untuk kemudian membentuk cara pandang orang lain terhadap dirinya.
Dan ini yang terus terjadi saat ini.
##

Sekian dari saya..hehe..

Maaf, kalau belum lengkap uraian saya soal pemikiran J. Baudrillard dan hubungannya dengan Facebook…

Iklan

Penulis: sangsepi

πŸ‘‰πŸ‘‰ Saya, secangkir kopi dan kenangan. πŸ‘ˆπŸ‘ˆ

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s