Ada Apa Dengan Dunia Pendidikan Kita??


“Jangan Tuan terlalu percaya pada pendidikan sekolah. Seorang guru yang baik masih bisa melahirkan bandit-bandit yang sejahat-jahatnya, yang sama sekali tidak mengenal prinsip. Apalagi kalau guru itu sudah bandit pula pada dasarnya.”
– Pramoedya Ananta Toer

***
Sudah banyak orang/pakar atau apapun namanya yang mengupas perihal problem pendidikan di Negeri kita ini. Saya tak hendak merinci setiap pendapat pakar yang ada terkait persoalan ini, tapi yang saya tulis ini hanya sedikit dari yang bisa saya pahami tentang persoalan pendidikan saat ini.
Ada apa dengan sistem pendidikan kita?
Ada satu sisi yang ingin saya ketengahkan disini yaitu manusia yang lahir dari rahim pendidikan kita yang telah berjalan sekian puluhan tahun.
Ada sebuah kesimpulan sementara yang ingin saya ajukan disini bahwa berbagai persoalan bangsa yang tidak selesai-selesai diatasi adalah akibat dari pendidikan yang melahirkan manusianya. Kenapa demikian?
Bagi saya, secara kualitas manusia-manusia yang lahir dari rahim pendidikan kita sangat mumpuni. Intelektual bertebaran, pakar-pakar tumbuh seperti jamur dimana-mana, politisi, agamawan dan lain sebagainya yang mengatur negeri sangat memiliki kualitas ilmu yang mumpuni. Meski demikian, Negeri ini masih jauh dari cita-cita kemerdekaan yang pernah dicetuskan para pendiri bangsa.
Ada apa dengan sistem pendidikan kita?
Pastinya ada sebab yang melatar belakangi problem ini.
Bagi saya ada beberapa hal yang terjadi:
1. Sistem pendidikan kita lebih menitikberatkan pencapaian dalam bidang IPTEK dan mengecilkan peran pendidikan karakter.
Mengejar ketertinggalan dalam bidang IPTEK memang sesuatu yang penting; agar dimata dunia kita tidang anggap sebagai bangsa yang tertinggal dalam bidang pendidikan. Tapi mengecilkan peran karakter bagi generasi, hanya akan melahirkan calon-calon pemimpin yang berjiwa kerdil. Dan imbasnya adalah perjalanan bangsa yang nampak gagah diluar tapi didalamnya keropos.

2). Pendidikan karakter tertuang dalam beberapa mata pelajaran/mata kuliah yang saat ini kurang digemari siswa/mahasiswa. Pelajaran agama, PKN, Sejarah, merupakan beberapa jenis mata pelajaran yang seharusnya mendapat porsi yang sama besar untuk diajarkan di sekolah dengan mata pelajaran lainnya. Tapi realitas menunjukkan bahwa mata pelajaran ini tdk begitu diminati hanya karena tidak masuk dalam daftar yg di UN (ujian nasional) kan. Ini sungguh menyedihkan bagi saya.
Pencapaian ilmu tanpa pondasi akhlak hanya akan melahirkan generasi yang apatis terhadap persoalan socialnya. Jauh dari masyarakatnya, dan dalam konteks intelektual, mereka seperti hidup dimenara gading kemegahan ilmunya.

Penanaman karakter sejak dini memang bukan saja tugas institusi pendidikan. Tapi dirumah, dan lingkungan juga memang punya peran dalam membentuk karaktek generasi. Tapi jangan sampai, dunia pendidikan menjadikan alasan ini untuk menutupi perannya yang memang tidak dilakukan karena desakan kurikulum yang terjerat kepentingan pasar..

***
#Jangan sekali-kali melupakan sejarah.

Salam..

19/03/2016
Lamawulo Yani

Iklan

Penulis: sangsepi

πŸ‘‰πŸ‘‰ Saya, secangkir kopi dan kenangan. πŸ‘ˆπŸ‘ˆ

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s