Tugas Besar Memasuki 100 Hari Kerja Jokowi


***
Memasuki 100 hari kerja Jokowi, gelombang kritik datang dari berbagai pihak termasuk dari internal partai PDI Perjuaangan sebagai partai pendukung Jokowi. Selain itu, beberapa pakar menilai kurang stabilnya pemerintahan Jokowi disebabkan oleh masih lemahnya “komunikasi politik” yang mesti dibangun oleh jokowi. Dalam artian bahwa Jokowi masih mencari pola untuk menentukan langkah kerja yang efektif guna menyelesaikan tiap persoalan bangsa ini.
Salah satu persoalan yang paling banyak menyedot perhatian kita adalah terkait KPK vs POLRI. Pada acara ILC selasa malam 27 januari 2015, saya sepakat dengan pernyataan Eggy Sudjana yaitu, ” hal yang harus kita luruskan terlebih dahulu adalah persepsi kita. Selama ini, persepsi yang terbangun adalah bahwa KPK adalah lembaga yang bersih.” Terlepas dari subyektifitas Eggy sebagai Kuasa Hukum BG, perimbangan wacana harus bisa dijalankan. Jangan sampai tiap wacana yang digulirkan memojokkan pihak tertentu. Kita tentu menginginkan kebaikan bersama bagi KPK dan POLRI, SAVE KPK, SAVE POLRI.
Hadirnya KPK sendiri tidak terlepas dari ekspektasi besar seluruh masyarakat indonesia yang menginginkan pemberantasan korupsi berjalan baik dan lancar. Korupsi yang menggurita di sejumlah lembaga pemerintah menjadi ciri masih lemahnya upaya penegakan hukum juga masih lemahnya aturan hukum yang belum secara maksimal memberi efek jera bagi penjahat korupsi.
Selain lemahnya aturan, sistem politik kita masih belum menjadi penopang yang baik. Kerap kali intervensi politik menjadikan tiap butir aturan di interpretasi berdasarkan kepentingan pihak tertentu yang menjadi patron. Ini yang sangat di sayangkan dan menjadikan pemberantasan korupsi tidak berjalan baik.
Pada kasus yang menimpa Pimpinan KPK yakni BW, kita tentu menginginkan penyelesain yang baik dan tidak dalam jaring-jaring politik yang kadang bersifat konspiratif.
Memasuki 100 hari kerja Jokowi, harapan kita tentunya kebaikan dua lembaga penegak hukum ini tidak lagi di isi oleh orang-orang yang nyatanya terlibat kasus korupsi yang merugikan rakyat.
Dalam konteks penyelesaian KPK dan POLRI, kita berharap juga agara Presiden bisa memaksimalkan perannya untuk penyelesaian dua institusi ini. Dan agar Presiden tidak memihak pada salah satu lembaga.
Kita tentu tidak lupa dengan nasehat bijak bahwa tidak ada seorangpun yang bera-benar suci seperti malaikat didunia ini. Yang kita butuhkan adalah sikap ksatria mengakui kesalahan dan mengatakan yang benar meski pahit sekalipun.

Semoga.
28/01/2015
Lamawulo Yani.

Iklan

Penulis: sangsepi

πŸ‘‰πŸ‘‰ Saya, secangkir kopi dan kenangan. πŸ‘ˆπŸ‘ˆ

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s