Indonesia Dalam Pusaran Ideologi Dunia


Pasca runtuhnya Uni Soviet dan kemenangan Kapitalisme, dunia di ramaikan dengan tesis berakhirnya sejarah dan ideologi. Samuel P. Huntington adalah yang mencetuskan tesis lain berkaitan dengan Benturan antar Peradaban. Dalam tesisnya, benturan tak terelakkan bakal terjadi antara Barat dan Islam. Baginya, benturan ini di sebabkan karena perbedaan budaya yang menjadi pemicu terjadinya benturan. Thesis ini langsung di bantah dan di tolak oleh pemikir islam kontemporer. Salah satunya adalah Akbar. S. Ahmed. Bagi Ahmed, benturan itu terjadi bukan karena perbedaan budaya tetapi lebih pada kepentingan ekonomi. Salah satu contoh yang diberikan Ahmed adalah perang Teluk, dimana kepentingan terbesar yang hadir disitu adalah upaya penguasaan Ladang Minyak di wilayah negara-negara Islam. Kembali ke tesis Huntington tentang benturan peradaban. Islam sebagai salah satu kekuatan baru yang diperhitungkan dalam tesis Huntington tersebut lalu mendapat perhatian dunia Barat. Berbagai upaya untuk menghancurkan kekuatan Islam terjadi melalui beragam isu yang tak pernah terbukti. Politik konspirasi yang di dalangi Amerika menghancurkan dunia islam. Isu senjata pemusnah massal, terorisme, pemerintah yang tidak demokratis pada beberapa negara Islam dsbnya, menjadi alasan untuk memusnahkan kekuatan islam. Indonesiapun tak luput dari upaya amerika dan kroni-kroninya untuk dikuasai dalam segala aspek.
Tapi yang jadi pertanyaannya, kenapa harus indonesia??
Sebagaimana kita ketahui bersama, Indonesia merupakan negara dengan jumlah penduduk muslim terbesar di dunia. Selain itu, indonesia kaya akan sumber daya alamnya. Sekalipun tidak terjadi perang, tetapi kekuatan Barat khususnya Amerika begitu menghegemoni tatanan politik, ekonomi dan kebudayaan Indonesia. Penguasaan pada wilayah politik menjadikan indonesia berada terus dalam tekanan Amerika. Pola ketergantungan Kelas yang dimainkan selama ini menjadikan indonesia terus bergantung pada amerika sebagai pusat dan indonesia sebagai subordinat.
Pertanyaan selanjutnya adalah apajadinya jika Indonesia menjadikan Islam sebagai ideologi dan orientasi gerak lalu melawan dan memutuskan mata rantai Barat (ideologi kapitalisme-liberalisme) yang mencengkram eksistensi kita? Iran pernah menggulingkan rezim Pahlehi yang pro terhadap barat dengan doktrin islam sebagai Ideologi. Lalu kenapa indonesia tidak bisa melakukan hal yang sama seperti Iran? Padahal kita tahu bersama bahwa hegemoni barat terhadap kita menjadikan kita teralienasi dari segala hal yang kita miliki. Kita memang tidak bisa melakukan itu. Keberpihakan terhadap barat oleh para pemimpin kita dianggap lebih baik karena mereka bisa mengisi kantongnya sendiri tanpa perlu memikirkan masa depan generasinya.

Kalau kita kembali menelusuri sejarah, akan kita temui beberapa bukti keengganan Asing membiarkan kita berkembang. Runtuhnya soekarno disinyalir ada peran CIA dibalik itu. Bagi saya, kepentingan terbesar Amerika waktu itu adalah membuka gerbang bagi tumbuhnya paham kapitalisme Liberalisme di indonesia. Paham ini bisa berkembang hanya jika kekuasaan Soekarno yang dalam politk Luar Negerinya mengarah ke Soviet runtuh. Soekarno jatuh dan harus menyerahkan tampuk kekuasaannya kepada Orde Baru. Persemaian paham kapitalisme Liberalisme pada masa orde baru berjalan mulus karena dibungkus slogan Pembangunan ala Soeharto sebagai ideologi turunan dari kapitalisme. Tapi yang lucu, meskipun pada masa pemerintahan Soeharto corak kepemimpinannya bersifat otoriter dan represif, tidak ada upaya Asing dalam hal ini Amerika sebagai kiblat demokrasi melakukan upaya protes terhadap sistem pemerintahan Soeharto yang tidak demokratis. Hingga tahun 1990an baru di gulirkan wacana mengenai pemerintahan yang demokratis sekaligus mengkritisi sistem pemerintahan Soeharto. Kita tau bersama bahwa pada tahun 1990 berdiri ICMI sebagai wadah intelektual Muslim Indonesia yang juga direstui oleh Soeharto. Ada penulis yang mengistilahkan masa ini sebagai “era bulan madu” (saya lupa penulisnya, dalam buku Demokrasi Atas-Bawah).
Saat ICMI didirikan berarti ini adalah tonggak kebangkitan Islam Indonesia yang sebelum-sebelumnya menjadi anak tiri dalam sistem pemerintahan Soeharto. Saya curiga, pasca berdirinya ICMI, situasi politik dalam Negeri mulai kacau balau. Apakah ini adalah konspirasi Amerika menghentikan gerak maju islam dengan cara menciptakan Krisis dan meruntuhkan Soeharto yang mulai dekat dengan Islam dengan cara menggulirkan wacana demokrasi?? Saya tidak tau apa asumsi saya benar atau salah.
Soeharto kembali runtuh oleh gerakan semesta Mahasiswa. Reformasi muncul dengan sistem demokrasi. Tapi hingga kini, penerapan demokrasi tidak pernah membawa angin segar perubahan bangsa ini hingga pergantian Presiden Jokowi-JK. Segalanya masih di bawah campur tangan Amerika bagi saya.
Dan Presiden kita saat ini, Jokowi, dengan slogan revolusi mentalnya..apakah bisa melakukan perubahan? Ataukah Ia adalah juga titipan Asing seperti ramai diberitakan media?

Iklan

Penulis: sangsepi

πŸ‘‰πŸ‘‰ Saya, secangkir kopi dan kenangan. πŸ‘ˆπŸ‘ˆ

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s