Indonesia, Dimanakah Tanah Surga itu?? (Catatan Kecilku)


Orang bilang tanah kita tanah surga, tempat kayu dan batu jadi tanaman…
(Koes Plus)

Mendengar lagu ini hati kita tertusuk, sakit. Bagaimana tidak, Negeri yang katanya surga tapi tanahnya bukan lagi miliknya. Tanahnya sudah dikuasai. Segala yang ada dalam tanah di keruk, tapi bukan untuk rakyatnya. Hanya segelintir orang yang merasakannya. Selebihnya adalah milik para penjajah ekonomi kita. Lihatlah Papua dengan Freeportnya. Pernah sekali di Nasionalisasi oleh Soekarno, tp akhirnya kembali dikuasi asing saat Orde Baru menumbangkan Orde Lama. Menyakitkan bukan?? Sejarah Freeport sangatlah kompleks. Kematian Presiden Amerika Jhon F. Kennedy katanya karena Freeport juga. Persahabatannya dengan Soekarno menjadikan ia membantu memperjuangkan Irian Barat waktu itu yang hendak di jadikan Negara Boneka oleh Belanda. Dan akhirnya Irian Barat kembali dalam NKRI. Perusahaan Freeport yang mengetahui adanya tembaga dan emas yang katanya tidak susahsusah digali berusaha membujuk JFK untuk meluluskan keinginan mereka mengeksplorasi. Tapi dengan kembalinya Irian Barat ke pangkuan NKRI, keinginan Perusahaan Freeport untuk mengeruk hasil bumi negeri papua tak berjalan sama sekali. Soekarno menasionalisasi semua tambang, meniru Castro yang menasionalisasikan semua perusahaan asing di Kuba waktu itu yang sangat merugikan perusahaan Freeport.
Akan tetapi, kegagalan ini hanya sebentar. Seketika bersamaan dengan runtuhnya Soekarno, Orde baru membuka lebar-lebar kran bagi investor asing dan salah satunya adalah Freeport yang berlangsung hingga sekarang.
Ini adalah tonggak awal penjajahan dalam bidang Ekonomi dan Kedaulatan Politik Bangsa kita.
Lalu nasib kita adalah berada terus di balik ketiak kapitalisme global.
Seperti kisah pandora kawan, segalanya lalu berhamburan keluar saat kotak pandora di buka. Yang tertinggal hanyalah harapan. Yah harapan…

Kita hanya punya harapan kali ini.
Belum ada seorang Pemimpin kita yang berani menentang kekuasaan asing. Semuanya masih membeo apa kata asing. Kedaulatan Politik dan Ekonomi kita tidak ada lagi. Kekuatan asing mematikan langkah kita. Langkah presiden-presiden kita pasca Soekarno. Kita berada dalam lingkaran setan kekuasaan kapitalisme glogal. Mungkin kita harus belajar lagi tentang keberanian, seperti Soekarno, Castro, Hugo Cavez dll. Berani berteriak menantang kapitalisme. Sekalipun resikonya adalah di kucilkan dari dunia Internasional, di embargo. Jika hendak memutus lingkaran setan yang mengikat, kita mesti berari melawan.
Tapi kita hanya bisa berharap kawan.. Pada pemimpin-pemimpin kita pastinya.
Ah, negeri yang malang, rakyatnyapun malang.

Tapi kita hanya punya harap.
Pancasila kita sudah masuk tong sampah sejarah peradaban mungkin. Ideologi yang di campakkan oleh bangsanya sendiri. Atau mungkin tak sanggup melawan gempuran ideologi lain yang lebih besar. Hingga akhirnya kita terjerembab, jatuh dalam cengkeraman asing.

Lalu dimanakah Tanah surga itu sekarang?? Ia hanya ada dalam gagasan, jauh dari realitas.
Indonesia harus terus di cari.

#harapan..

Iklan

Penulis: sangsepi

πŸ‘‰πŸ‘‰ Saya, secangkir kopi dan kenangan. πŸ‘ˆπŸ‘ˆ

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s