Aku dan Tapakmu


***

Siang ini  Aku kembali melihatmu

Berjalan dan terus berjalan

Tanpa beralih Aku mengikutimu

Sejauh manakah Kau bertapak?

Penuh keyakinan Kau melangkah

Tanpa letih aku menapaki tapakmu

Berharap, aku terus berharap….

Kau kan menyadari

Ada Aku yang menemanimu

Sejenak Kau berhenti . . . .

Aku kembali berharap, Kau bias melihatku

Aku salah, bukankah ini persimpangan?

Ku tahu Kau kan menentukkan pilihanmu

Jalanmu terletak di persimpangan ini

Kau pasti kan memilih, jalan mana seharusnya

Ku ingin Kau sejenak melihat keberadaanku

Sebelum Kau kembali bertapak

Sesaat, Ku melihat Kau tercenung . . .

Apakah Kau kan berpihak padaku?

Aku yang selalu menemani tapakmu

Aku yang selalu membuntuti setiap gerakmu

Aku yang selalu dan selalu ada untukmu

Dan, Kau pun kembali bertapak

Kini, Aku mengerti, tak baik menuntut arti

Aku tetaplah Aku

Begitupun Kau, takkan merubah menjadiku

Aku sekedar bayangan semu

Dan, Kau pun berlalu dari persimpangan ini

Sejurus melalui jalan lurus

Aku harus berpijak

Pada amarah yang membakari kalbu

Aku tetap menyusuri jejakmu . . .

Untuk bayangan yang t’lah musnah

Felice keraf

 

Iklan

Penulis: sangsepi

👉👉 Saya, secangkir kopi dan kenangan. 👈👈

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s