JKW-JK Haram bagi Umat Islam, Ada apa??


Kedunguan telah mengubah ajaran suci Tuhan melalui para nabi menjadi belenggu umat beragama. Sejarah sering menjadi saksi, kekuasaan agama dan politik sering bahu membahu untuk membuat manusia menjadi dungu agar dapat dikuasai oleh ambisi-ambisi mereka (Jiwa-Jiwa Pemberontak, Gibran)

*****

Kaget ! Ketua Forum Ulama Umat Indonesia, KH Athian Ali, Lc, Ma, mengeluarkan fatwa haram memilih Jokowi-JK sebagai presiden dan wakil presiden periode 2014-2019 karena di dukung oleh kelompok anti Islam. Sungguh ironis, agama lagi-lagi di seret kedalam wilayah abu-abu politik demi kekuasaan. Alih-alih memperjuangkan agama, malah menciderai golongan tertentu. Dimanakah esensinya Islam sebagai rahmat bagi seluruh alam, yang penuh Cinta dan Kedamaian?

Forum Ulama Akhirnya Keluarkan Fatwa Haram Hukumnya Memilih Jokowi-JK. Demikian judul dari artikel yang termuat di ISLAMEDIA yang sempat saya baca. Latar belakang dikeluarkannya fatwa ini adalah berangkat dari penolakan PDIP untuk menerapkan Syariat Islam di Indonesia secara menyeluruh kecuali Aceh. Bagi PDIP sendiri, penerapan Syariat Islam adalah bertentangan dengan UUD 1945 sebagai ideologi partainya juga sebagai sumber Hukum Negeri yang telah final. Ketegasan ideologi PDIP inilah yang membuat ulama merasa bahwa PDIP memang anti dengan Islam. Disisi lain, Ulama menyerukan untuk memilih Prabowo-Hatta yang selama ini tidak menolak PERDA Syariat untuk diterapkan di Indonesia secara menyeluruh.

Dalam konteks sejarah, perjuangan untuk menerapkan Syariat Islam di Negeri ini bukan baru kali ini. Penghapusan 9 point dalam Piagam Jakarta merupakan akibat dari kompromi ideologi yang terjadi oleh beberapa pihak dan ideologi. Disatu sisi, penghapusan ini di anggap sebagai pengkhiatan terhadap perjuangan para pahlawan yang di dominasi oleh agama mayoritas. Di sisi yang lainnya, penghapusan ini dilakukan untuk meredam potensi disintegrasi bangsa pasca kemerdekaan. selain itu juga, dengan penghapusan ini ruang-ruang bagi monoritas untuk berpartisipasi dalam segala aspek diberi. Bagi saya, ini adalah demokrasi sesungguhnya yang tidak menjadikan minoritas dibawah kaki mayoritas. Klaim-klaim keberpihakan agama atau mengatas namakan agama sebagai simbol perjuangan telah lama di pahami sebagai pseudo ideologi. Agama sudah sering dimanfaatkan oleh kalangan tertentu untuk melegitimasi sebuah kekuasaan tertentu dengan dalil-dalil yang diperjual belikan. Seperti halnya Fatwa haram yang dikeluarkan FUUI dengan landasan interpretasi yang belum tentu benar berdasarkan kaidah ilmu. menurut saya, Penegasan Ideologi pancasila oleh PDIP bukan berarti anti terhadap islam. Tetapi bagaimana melihat pancasila dalam kacamata yang lebih universal dimana nilai-nilai islami sudah terkandung didalamnya.

Fatwa haram JKW-JK telah menciderai demokrasi yang selama di dibangun diatas dasar kemanusiaan. Kalaupun memang JKW-JK di dukung oleh partai anti islam, biarkan saja rakyat yang menentukan. Toh, demokrasi ini adalah representatif. Mayoritas negeri ini adalah Islam. Tapi dengan fatwa seperti ini, sama halnya dengan merendahkan manusia. Ini bukanlah islam yang sesungguhnya bagi saya. Islam tidak hadir ditengah-tengah kehidupan sosial untuk memantik permusuhan. Islam itu cintai damai, Rahmat bagi Seluruh Alam. Orientasi Politik hanya untuk kekuasaan semata pada akhirnya hanya akan melahirkan penguasa-penguasa baru yang pintar bersilat lidah di atas mimbar-mimbar rakyat, yang pandai menyembunyikan bopeng-bopeng di wajah mereka dengan topeng, serta para penguasa yang hanya pintar bersolek ria.

Pada akhirnya, kita harus kembali merenungkan kata-kata bijak dari filsuf libanon ini.

“Orang yang mendatangkan bencana bagi negerinya adalah mereka yang tidak menebar benih, tidak menyusun bata, tidak memeras anggur, tetapi menjadikan politik sebagai mata pencahariannya”.

***

SEMOGA..

Iklan

Penulis: sangsepi

πŸ‘‰πŸ‘‰ Saya, secangkir kopi dan kenangan. πŸ‘ˆπŸ‘ˆ

5 thoughts on “JKW-JK Haram bagi Umat Islam, Ada apa??”

  1. bagi saya, ada niat baik para kiyai ini berkenaan dengan Konsep syariat yg mana seharusnya di tegakkan di negeri yg menurut saya telah kehilangan moralitasnya. Yg di sayangkan justru sikap kyai yg seakan-akan sebagai pemegang otoritas kebenaran sebuah fatwa. maaf jk ada yg kurang dari pengetahuan sy..

    Suka

  2. Sy pribadi sdh tidak aneh dengan kiayi” lulusan mekkah dengan gelar LC, yang dikit dikit bid’ah sesat masuk neraka, kita lihat saja tanggal mainnya,kalau mau melihat lebih jauh kebelakang dengan pernyataan Tokoh Islam diindonesi…….” Indonesia itu sangat Mudah untuk dijadikan negara Islam , tapi Allah berkehendak lain Allah menciptakan keanekaragaman di indonesia ini “….lah tiba tiba kiayi” yg kitabnya laptop mengusik ketenangan dgn isu isu sara ,,,,,lebih bijak bila sosok kiayi itu yg bijak dalam menyikapi masalah bukan main vonis ……

    Suka

  3. saya cuman curiga ini ulama ini dari orang PKS atau PPP..? setahu saya kalo orang PPP gak mungkin sampai memfatwakan HARAM. Sebab memfatwakan HARAM harus melalui Ijtidah dari Ulama2 Besar dan Sesupuh yg ada di Indonesia. Jgn cuman karena alasan2 utk menerapkan Syariat Islam di seluruh Indonesia. Jelas2 sudah tertuang di dalam UUD 1945 sebagaimana para Pejuang Pahlawan Indonesia yg terdahulu. Karena Indonesia ini diliputi dari Sabang sampai Merauke dan Agama nya yg kompleks ada Islam, Kristen, Hindu dan Buhda jadi nantinya biki perpecahan persatuan bangsa. Tetapi bukan menjadikan suatu alasan hukum bahwasanya Penegakan Syariat Islam tidak bisa dilakukan, semua itu bisa dilakukan khusus bagi orang Islam sendiri saja. Wallahu a’alam. Mohon Maaf Kurang Lebihnya, Kalau Ada Yg Salah Itu Hanya Pengetahuan Saya Yang Kurang.

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s