Menjemput matahari.


Gambar

Hidup memang selalu menawarkan dua sisi kehidupan yang kelihatan saling bertolak belakang, seperti dua sisi mata uang yang saling memunggungi. Tangis bersebelahan dengan tawa, cinta bertetangga dengan benci, ada yang pergi ada yang datang, begitu seterusnya tanpa diminta. Tidak ada satu orangpun yang garis hidupnya hanya satu arah, misalkan senang selamanya. Senang adalah juga susah. Ibarat pelaut, ketangguhannya justru harus teruji ditengah badai. Tanpa itu hidup hanyalah menunda kekalahan hingga akhirnya kita menyerah dan mungkin kalah, demikian sajaknya chairil anwar.

Artinya, hidup ini harus dinamis. Harus terus bergerak agar menjadi seimbang. Diri yang statis adalah diri yang tak menyadari bahwa kelahirannya merupakan sebuah kemenangan. Iya, kemenangan spermatozoa yang mencapai dinding rahim dalam proses penyatuan.Β  Diri yang statis adalah diri yang melupakan asal kejadiannya, bahwa dirinya diciptakan oleh sang Maha Pencipta. Yang setiap saat dianugerahi waktu yang berlimpah, kesehatan yang memadai dstnya.

Orang yang hebat adalah orang yang segera bangkit setelah terjatuh. Bukan meratapi kejatuhannya, tapi bangkit menjemput matahari.

Y. Lamawulo

Iklan

Penulis: sangsepi

πŸ‘‰πŸ‘‰ Saya, secangkir kopi dan kenangan. πŸ‘ˆπŸ‘ˆ

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s